Jumat, 11 Maret 2016

Motif Batik Khas Jombang



Batik yang berasal dari kota Jombang ini memiliki keindahan yang juga tidak kalah dari kota lainnya yang membuat batik. Motif batik di daerah ini memiliki bentuk yang sangat khas dan dikenal dengan nama motif batik Jombangan. Motif batik yang berasal dari daerah Jombang ini merupakan jenis motif bati yang banyak mengambil bentuk dari candi Arimbi yang merupakan situs sejarah terkenal di daerah ini. Motif batik Jombang ini telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah kabupaten Jombang sebagai motif khas kota Jombang. Produk baju batik yang dikenal dengan nama motif batik jombangan ini banyak yang menggunakan warna alami yang bahan pewarna nya diambil dari berbagai macam bahan sisa. Warna batik khas ini kemudian dibuat dan dipadukan dengan keindahan motif batik jombangan yang khas. Ciri motif batik dari daerah Jombang ini banyak yang menggunakan bentuk ukiran yang terdapat pada permukaan candi Arimbi. Bentuk motif khas inilah yang menjadikan seni batik di daerah Jombang ini memiliki bentuk motif yang khas dan juga sangat unik dan berbeda bentuk motif nya dari wilayah lain yang ada di Indonesia. Warna batik di daerah Jombang ini juga menjadi warna yang unik dan khas karena hasil warnanya berasal dari berbagai macam bahan limbah dan juga sisa yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk pola dan warna yang memiliki kesan khas dan juga alami. Salah satu warna yang khas dari kota ini adalah warna kain batik yang mereka peroleh dari hasil limbah berupa kulit rambutan. Motif baju batik lainnya dari kota Jombang ini adalah motif batik yang memperlihatkan bentuk rumpun tebu yang memperlihatkan suasana keindahan desa dan juga memiliki bentuk motif khas dari daerah Jombangan. Harga motif baju batik yang dibuat oleh masyarakat kota Jombang ini dijual dengan harga yang beragam mulai dari lima puluh ribu rupiah hingga tiga ratus ribu rupiah tergantung dari motif batik dan juga bahan batik yang digunakan.

Senin, 07 Maret 2016

Corak Batik Madura



Kesenian baju batik di daerah Madura ini mulai terkenal secara luas dalam masyarakat diperkirakan sekitar abad ke enam belas dan juga tujuh belas setelah masehi. Pada masa lalu tokoh penting yang memperkenalkan kain batik ke Madura adalah seorang Adipati dari Sumenep yang bernama Arya Wiraraja yang merupakan sukutu dekat dari Raden Wijaya yang merupakan tokoh yang sangat terkenal sebagai pendiri dari kerajaan Majapahit. Motif baju batik dari daerah Madura ini memiliki ciri yang sangat unik dan tidak dapat dijumpai dalam seni batik dari daerah lainnya. Ciri utama yang dapat kita lihat dalam motif batik khas dari daerah Madura ini adalah selalu akan ada warna merah dalam motif bunga atau daun dalam kain baju batik yang dibuat oleh para seniman batik di kota ini. Motif batik yang berkembang di daerah Madura ini dinilai oleh beberapa kalangan memiliki sedikit kemiripan dengan model baju batik yang ada di daerah Madura dan juga Jogjakarta. Hal ini sangat mungkin karena adanya hubungan kerabat antara raha mataram dengan bangsawan yang ada di daerah Madura. Corak dan motif baju batik yang dibuat oleh masyarakat Madura ini juga tidak lepas dari pengaruh budaya bangsa asing seperti bangsa Cina. Warna cerah yang kita jumpai dalam kain baju batik dari Madura ini merupakan salah satu bukti campur tangan bangsa Cina dalam seni batik yang berkembang di daerah Madura ini. Batik yang dibuat oleh seniman batik Madura ini terkenal dengan warna warni batik mereka yang sangat mencolok dengan menggunakan warna seperti kuning, warna merah dan juga warna hijau. Setiap warna tersebut merupakan warna yang memiliki makna dan arti tersendiri. Warna merah pada kain batik madura merupakan lambang dari karakter masyarakat Madura yang kuat dan juga keras.  Sementara warna hijau merupakan lambang bahwa masyarakat Madura merupakan masyarakat yang memegang kuat agama Islam dan kuning merupakan lambang dari bulir padi yang merupakan lambang dari kemakmuran bagi masyarakat Madura.

Jumat, 04 Maret 2016

Pembuatan Batik Petani

Perkembangan batik petani yang terjadi di pulau Jawa ini selain dapat ditemui di daerah surakarta juga banyak dijumpai di wilayah Yogyakarta. Daerah pedesaan yang membuat motif batik petani ini banyak ditemui di desa Sanden dan juga di daerah desa Wijirejo yang berada di dalam wilayah Kabupaten Bantul. Batik petani yang ada di daerah ini dikenal dengan sebutan batik rinen. Kata ini merupakan sebuah kata yang berasal dari kata rini. Motif batik kraton banyak menjadi sumber inspirasi para seniman model baju batik di daerah ini. Beberapa pola batik keraton seperti udan liris, motif batik parang dan juga isen batik limaran dan bahan motif batik sekar jagad yang digabungkan dengan berbagai macam pola ragam hias buketan dan juga ragam hias lung-lungan adalah berbagai macam jenis ragam hias yang biasa dipakai pada motif batik petani yang dibuat oleh para seniman batik di desa yang berada di wilayah Bantul ini. Seni batik yang muncul di daerah Bantul ini juga sering mendapatkan sebuah motif batik kidulan. Nama ini berasal dari lokasi kabupaten bantul yang memang terletak di daerah selatan dari keraton Yogyakarta. Kidul merupakan bahasa jawa untuk arah selatan. Selain itu ada juga baju batik petani yang muncul di daerah Banyumas. Motif batik yang dibuat di daerah ini pola nya sangat terbatas dan diantaranya adalah motif batik lumbon, motif batik jahe srimpang. Motif batik petani di daerah Banyumas ini pada umumnya dibuat dengan tanpa menggunakan ragam hias sawat, srikatan dan juga parang gendreh glebag dan juga dengan menggunkan ragam hias lung-lungan. Motif batik petani ini juga sedikit banyak mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Cina. Diperkirakan sekitar abad ke lima para pedagang Cina ini masuk ke wilayah Singasari dan juga ke wilayah Majapahit dengan sebelumnya terlebih dahulu bersandar di daerah pelabuhan tuban. Hal ini membuat pengaruh dari kebudayaan Cina tampak jelas pada batik petani yang muncul di daerah tuban. Beberapa pengaruh ini terlihat jelas pada bentuk motif batik burung phoenix, bentuk batik dengan pola bunga celuki yang di daerah tuban dikenal dengan sebutan kembang waluh. Selain itu ada juga tumbuhan dan juga hewan yang bentuk penataan nya mirip dengan gaya lukis dalam kebudayaan Cina.

Selasa, 23 Februari 2016

Motif Batik Adi Purwo

Motif baju batik yang dibuat oleh seniman batik di daerah Purworejo salah satunya adalah motif baju batik Adi Purwo yang memiliki ragam hias yang khas. Motif baju batik ini ragam hias nya memiliki bentuk gambar yang terdiri dari bentuk motif gula kelapa, motif batik padi, motif batik manggis, motif batik durian, motif batik kambing ettawa, motif batik dengan gambar klanting, gambar kue clorot dan juga yang memperlihatkan bentuk modang. Pada seni batik di daerah Purworejo ini motif batik dan juga ragam hias yang dipakai akan diberi nama yang memiliki makna yang berasal dari potensi daerah tersebut. Salah satu contohnya adalah motif baju batik gula kelapa yang merupakan salah satu industri yang dikerjakan oleh rakyat purworejo yang terdapat di beberapa daerah di kabupaten Purworejo. Industri ini telah cukup besar dan telah berhasil mencapai jumlah produksi sekitar dua sampai tiga kuintal gula kelapa setiap hari nya. Sementara motif baju batik padi merupakan sebuah motif batik yang menjadi petunjuk dan memiliki makna bahwa daerah purworejo ini adalah daerah yang memiliki lumbung padi yang cukup besar dan juga merupakan lambang kemakmuran bagi masyarakat daerah ini. Motif batik manggis dan juga durian adalah motif batik yang memperlihatkan produk unggulan dari kota ini, durian dan juga manggis yang berasal dari daerah Purworejo telah terkenal memiliki rasa yang enak dan disukai oleh banyak orang. Motif batik empon-empon merupakan motif batik yang memperlihatkan berbagai hasil alam daerah ini yang umum dipakai sebagai bahan untuk jamu. Motif batik ini memperlihatkan bentuk kencur, bentuk jahe, bentuk kunyit, bentuk kapulaga dan juga bentuk temulawak. Selain itu masih ada lagi motif batik kambing ettawa yang merupakan salah satu ternak yang menjadi potensi yang besar yang dimiliki oleh kabupaten Purworeko. Dalam hal makanan khas kota ini juga memiliki motif batik yang unik yaitu motif batik dengan gambar klanting dan juga motif batik dengan gambar kue clorot. Sementara itu motif batik Modang merupakan motif batik yang menggambarkan tentang pemerintahan yang berlangsung di daerah Purworejo ini yang memperlihatkan alun-alun kota, kantor bupati, kemudian ada juga rumah dinas bupati, bentuk masjid, bentuk polres dan juga kodim.

Selasa, 09 Februari 2016

Kebudayaan Batik Indonesia

Kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini sangat banyak dan juga beragam. Hal ini disebabkan karena bangsa Indonesia terdiri beragam suku dan masing-masing suku ini memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Setiap suku yang terletak di setiap daerah di Indonesia ini merupakan suku yang unik karena berbeda adat istiadat antara satu dengan suku lainnya. Keindahan budaya yang ada dari setiap suku yang ada di Indonesia ini banyak yang telah sangat dikenal secara luas oleh masyarakat bahkan telah dikenal sampai ke mancanegara. Beberapa adat istiadat dan juga budaya yang dimiliki oleh suku bangsa Indonesia ini bahkan beberapa telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis asing untuk datang dan berkunjung di negeri kita ini. Salah satu budaya yang telah dikenal dan juga banyak di sukai tidak saja oleh masyarakat Indonesia sendiri namun juga oleh bangsa asing adalah kesenian batik. Keindahan motif baju batik yang diciptakan oleh leluhur suku Jawa ini telah terbukti berhasil menarik minat masyarakat luas dengan keindahan yang berupa gabungan antara pola dan juga warna yang unik yang menjadikan seni batik ini sangat menarik.  Selain pola yang unik, seni batik ini juga memiliki daya tarik tersendiri dari teknik pembuatan batik ini sendiri. Motif batik yang dibuat oleh para seniman batik ini memerlukan proses yang khusus untuk dapat memperoleh keindahan motif batik. Saat ini keindahan seni batik tidak lagi hanya berasal dari pulau Jawa namun juga telah dapat ditemui di berbagai wilayah yang ada di Indonesia ini. Setiap daerah dengan budaya nya masing masing menjadikan setiap motif batik yang dibuat menjadi sangat unik dan berbeda dengan daerah yang lain. Keindahan motif baju batik dari Indonesia ini telah banyak menarik minat wisatawan untuk datang dan berkunjung ke Indonesia. Baju batik yang mulanya merupakan kesenian yang hanya dibuat oleh masyarakat Jawa ini, telah menjadi sebuah kesenian nasional dan telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional sebagai budaya asli bangsa Indonesia.

Senin, 11 Januari 2016

Keindahan Batik Tulis

Motif batik tulis adalah motif batik yang dibuat secara manual oleh manusia dengan menggunakan tangannya dan alat yang disebut canting. Motif batik ini menjadi memiliki nilai seni yang sangat tinggi karena dibuat secara langsung oleh manusia seperti pada lukisan yang dibuat oleh pelukis. Pembuat batik yang sudah ahli dan juga memiliki nama yang terkenal pada umumnya dapat menjual motif batik buatannya dengan harga yang relatif sangat mahal. Keterampilan dan juga rasa seni dari seniman batik tersebut lah yang membuat kesenian batik ini menjadi sangat indah dan juga menawan. Hal ini tentu berbeda dengan kain motif batik yang dibuat dengan bantuan mesin atau batik cap yang dibuat dengan bantuan alat canting cap. Sebuah motif batik tulis yang indah pasti dihasilkan oleh seniman batik yang ahli, memiliki ketelitian yang tinggi dan juga memiliki kesabaran yang sangat baik. Berbagai hal ini memang sangat dibutuhkan dalam membuat motif baju batik yang indah. Keindahan motif batik ini baru dapat tercipta jika sang pencipta motif batik tersebut mencurahkan segala rasa dan juga jiwanya dalam pembuatan motif batik ini. Hal ini lah yang membuat pada masa lalu, seni pembuatan batik ini adalah sebuah seni yang sakral dan memiliki aturan tertentu bagi orang yang akan melakukan dan membuat motif batik. Motif batik tulis memang jika kita perhatikan secara teliti akan terlihat tidak rapi seperti motif batik yang dibuat dengan teknik lain. Hal ini disebabkan adalah karena manusia yang membuatnya dan motif tersebut tidak dapat dibuat dengan bentuk yang sama persis baik dalam hal jarak dan juga dalam hal bentuk motif tersebut. Saat ini seiring dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai seni batik, membuat produk dari batik tulis ini kembali menjadi pilihan tepat bagi mereka yang menginginkan kualitas. Hal ini memang sangat jelas dapat dirasakan perbedaannya antara batik tulis dan kain motif batik yang dibuat dengan cara printing. Keindahan batik tulis tidak dapat disaingi oleh motif batik printing karena waktu akan memberikan jawaban tentang kualitas dari kain tersebut.

Minggu, 03 Januari 2016

Makna Batik Tegal

Batik yang dibuat oleh masyarakat Tegal selain memiliki ragam warna dan juga motif batik yang indah, ternyata seni batik di daerah ini memiliki beberapa jenis motif yang memiliki makna pada gambar motif batik nya. Hal ini dapat kita temukan pada motif batik gurdo yang merupakan motif batik yang menggambarkan berbagai macam panji garuda dan juga kebesaran yang ada pada perjalanan Amangkurat I. Menurut berbagai cerita yang beredar di masyarakat, bentuk panji-panju yang dibawa ini membuat munculnya keinginan untuk membuat motif batik tulis dengan jenis batik tegalan. Motif batik ini memiliki warna yang berjenis terang dan memperlihatkan bentuk dari sayap burung yang ada di panji tersebut yaitu burung garuda. Motif batik lain dari Tegal yang juga memiliki makna adalah motif tapak kebo. Motif batik ini menurut cerita rakyat yang ada merupakan motif batik yang tercipta ketika Amangkurat tinggal di daerah Tegal dan kondisi tanah yang masih sangat gersang sehingga kemudian tanah tersebut diperbaiki dan dibajak oleh kerbau. Ketika hewan tersebut membajak sawah maka akan terlihat bentuk jejak kaki kerbau yang pada akhirnya menjadi sumber dari pembuatan motif baju batik tapak kebo. Motif batik selanjutnya adalah motif batik pipitan yang merupakan motif batik yang dibuat berdasarkan kepercayaan masyarakat tegal bahwa pada saat sawah akan ditanami padi maka akan banyak muncul burung pipitan yang datang dan ingin memakan padi. Motif batik lainnya adalah motif baju batik dapur ngebul. Motif baju batik ini merupakan motif yang menggambarkan masa setelah panen, yaitu ketika beras telah dicuci dan kemudian dimasak di dalam dapur yang kemudian membuat dapur tersebut berasap. Motif batik selanjutnya adalah motif batik gribigan yang merupakan batik yang muncul berdasarkan kehidupan masyarakat yang terjadi setelah panen. Cerita ini memperlihatkan peningkatan dalam taraf hidup masyarakat yang terlihat dengan adanya rumah yang dibuat dari gribig. Cerita ini lah yang kemudian menjadi sumber dari motif batik gribigan. motif baju batik ini memiliki bentuk seperti anyaman bambu yang sangat khas dan dibuat dengan warna yang agak gelap. Motif lainnya adalah motif batik kelabangan. Motif ini menceritakan tentang masa sebelum panen di mana para gadis dari Tegal yang menjelang menikah akan menunggu padi sambil mengepang rambut mereka yang dibentuk menyerupai kelabang. Inilah cerita yang ada dibalik motif batik kelabangan.