Kamis, 17 Maret 2016

Ragam Batik Sumedang



Perkembangan batik di berbagai wilayah di Indonesia ini telah berkembang hampir ke seluruh pelosok wilayah Indonesia. Salah satu lokasi yang juga mengalami dan membuat seni batik adalah daerah Sumedang. Kota yang berada di daerah Jawa Barat ini merupakan kota yang juga sangat kita kenal dengan tahu sumedang yang rasanya sangat nikmat tersebut. Batik yang berkembang di daerah Sumedang ini berawal di tahun sembilan puluhan dan motif yang banyak dibuat adalah pola batik ceplokan. Batik yang dibuat oleh masyarakat Sumedang ini merupakan salah satu contoh warisan asli budaya masyarakat Indonesia karena motif baju batik yang dipakai oleh para seniman batik di daerah ini banyak yang menggunakan simbol yang berasal dari kerajaan Kasumedangan yang pernah berkuasa di daerah ini. Motif batik tersebut juga merupakan motif dan juga pola yang memperlihatkan keluhuran nilai budaya suku sunda. Seni batik di daerah Sumedang ini berkembang di sekitar tahun sembilan puluhan dan berhenti di tahun 2004 karena berbagai macam faktor. Beberapa faktor yang menyebabkan mati nya industri batik di daerah ini diperkirakan karena kurangnya perhatian dan juga dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan seni batik di wilayah ini. Penyebab yang lain dari hancur nya industri batik di daerah ini diperkirakan juga karena banyaknya kain tekstil dengan pola batik yang membuat batik cap dan juga batik tulis sempat kehilangan pelanggan mereka. Batik yang berasal dari kota Sumedang ini memang belum terkenal seperti batik yang berasal dari daerah Jawa lainnya yang telah lebih dahulu terkenal dengan motif batik khas mereka. Hal ini jugalah yang membuat seni batik di daerah ini sulit untuk bertahan dan bersaing dengan berbagai macam motif batik di luar sana. Seni batik di daerah jawa barat lainnya seperti Cirebon, Garut dan beberapa tempat lainnya telah memiliki motif batik khas mereka yang dikenal secara luas. hal ini lah yang juga yang membuat seni batik di Sumedang ini perlahan mulai menghilang. Batik di daerah Sumedang ini semakin susah untuk dijumpai dan saat ini bahkan telah berhenti produksinya.motif batik khas dari kota ini diantaranya adalah motif batik Lingga, motif batik kembang boled dan berbagai macam jenis batik khas kota ini yang lain.

Selasa, 15 Maret 2016

Motif Batik Khas Ciamis



Batik dari berbagai daerah memiliki ciri khas mereka masing-masing. Ciri dan perbedaan ini dapat berasal dari sisi cara pembuatan yang unik, motif batik yang menjadi latar belakang dan juga berbagai hal lainnya. Motif baju batik Ciamis ini pada umumnya menggunakan motif batik yang memperlihatkan kebudayaan yang ada di kerajaan Galuh di masa lalu. Bentuk ini dapat kita jumpai pada tiga buah motif batik yaitu motif batik Ciung Wanara, motif batik Batu Hiu, dan juga motif baju batik Galuh Pakuan yang merupakan sebuah motif batik yang berasal dari budaya dan sejarah masyarakat Ciamis. Motif batik Ciung Wanara merupakan motif batik yang berasal dari sejarah Ciamis ketika terjadi perebutan kekuatan di wilayah tersebut. Motif batik yang lain adalah motif batik Galuk Pakuan, yang merupakan motif baju batik yang berasal dari gagang keris Raja Galuh. Sementara motif batu hiu merupakan motif batik yang pola nya berdasarkan seni pariwisata di daerah Pangandaran. Selain itu ada juga motif batik parang sontak yang merupakan salah satu bentuk motif batik tradisional yang hanya menggunakan warna coklat dan juga warna putih. Motif baju batik yang dibuat oleh masyarakat Ciamis ini juga memiliki warna yang lebih kental jika kita bandingkan dengan motif baju batik yang berasal dari daerah lainnya. Seni batik di daerah Ciamis ini berhasil bangkit kembali dari masa suram batik di wilayah ini. Saat ini motif batik di wilayah Ciamis lebih dinamis dalam menggunakan warna dan motif batik yang mereka buat banyak yang berjenis motif batik modern dan menyesuaikan dengan keinginan pasar. Seni pembuatan baju batik di wilayah Ciamis ini pada umumnya merupakan kombinasi antara motif batik cap dan juga motif batik tulis. Dalam pembuatan motif batik pada umumnya para seniman batik di daerah ini membuat motif pertama kali dengan bentuk batik cap dan setelah itu para seniman memberikan tambahan jenis motif dengan teknik batik tulis untuk membuat motif baju batik tersebut menjadi lebih lengkap. Namun ada juga motif batik yang murni dibuat dengan cara ditulis, hal ini sangat menyesuaikan dengan keinginan orang yang melakukan pesanan batik tersebut.

Jumat, 11 Maret 2016

Motif Batik Khas Jombang



Batik yang berasal dari kota Jombang ini memiliki keindahan yang juga tidak kalah dari kota lainnya yang membuat batik. Motif batik di daerah ini memiliki bentuk yang sangat khas dan dikenal dengan nama motif batik Jombangan. Motif batik yang berasal dari daerah Jombang ini merupakan jenis motif bati yang banyak mengambil bentuk dari candi Arimbi yang merupakan situs sejarah terkenal di daerah ini. Motif batik Jombang ini telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah kabupaten Jombang sebagai motif khas kota Jombang. Produk baju batik yang dikenal dengan nama motif batik jombangan ini banyak yang menggunakan warna alami yang bahan pewarna nya diambil dari berbagai macam bahan sisa. Warna batik khas ini kemudian dibuat dan dipadukan dengan keindahan motif batik jombangan yang khas. Ciri motif batik dari daerah Jombang ini banyak yang menggunakan bentuk ukiran yang terdapat pada permukaan candi Arimbi. Bentuk motif khas inilah yang menjadikan seni batik di daerah Jombang ini memiliki bentuk motif yang khas dan juga sangat unik dan berbeda bentuk motif nya dari wilayah lain yang ada di Indonesia. Warna batik di daerah Jombang ini juga menjadi warna yang unik dan khas karena hasil warnanya berasal dari berbagai macam bahan limbah dan juga sisa yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk pola dan warna yang memiliki kesan khas dan juga alami. Salah satu warna yang khas dari kota ini adalah warna kain batik yang mereka peroleh dari hasil limbah berupa kulit rambutan. Motif baju batik lainnya dari kota Jombang ini adalah motif batik yang memperlihatkan bentuk rumpun tebu yang memperlihatkan suasana keindahan desa dan juga memiliki bentuk motif khas dari daerah Jombangan. Harga motif baju batik yang dibuat oleh masyarakat kota Jombang ini dijual dengan harga yang beragam mulai dari lima puluh ribu rupiah hingga tiga ratus ribu rupiah tergantung dari motif batik dan juga bahan batik yang digunakan.

Senin, 07 Maret 2016

Corak Batik Madura



Kesenian baju batik di daerah Madura ini mulai terkenal secara luas dalam masyarakat diperkirakan sekitar abad ke enam belas dan juga tujuh belas setelah masehi. Pada masa lalu tokoh penting yang memperkenalkan kain batik ke Madura adalah seorang Adipati dari Sumenep yang bernama Arya Wiraraja yang merupakan sukutu dekat dari Raden Wijaya yang merupakan tokoh yang sangat terkenal sebagai pendiri dari kerajaan Majapahit. Motif baju batik dari daerah Madura ini memiliki ciri yang sangat unik dan tidak dapat dijumpai dalam seni batik dari daerah lainnya. Ciri utama yang dapat kita lihat dalam motif batik khas dari daerah Madura ini adalah selalu akan ada warna merah dalam motif bunga atau daun dalam kain baju batik yang dibuat oleh para seniman batik di kota ini. Motif batik yang berkembang di daerah Madura ini dinilai oleh beberapa kalangan memiliki sedikit kemiripan dengan model baju batik yang ada di daerah Madura dan juga Jogjakarta. Hal ini sangat mungkin karena adanya hubungan kerabat antara raha mataram dengan bangsawan yang ada di daerah Madura. Corak dan motif baju batik yang dibuat oleh masyarakat Madura ini juga tidak lepas dari pengaruh budaya bangsa asing seperti bangsa Cina. Warna cerah yang kita jumpai dalam kain baju batik dari Madura ini merupakan salah satu bukti campur tangan bangsa Cina dalam seni batik yang berkembang di daerah Madura ini. Batik yang dibuat oleh seniman batik Madura ini terkenal dengan warna warni batik mereka yang sangat mencolok dengan menggunakan warna seperti kuning, warna merah dan juga warna hijau. Setiap warna tersebut merupakan warna yang memiliki makna dan arti tersendiri. Warna merah pada kain batik madura merupakan lambang dari karakter masyarakat Madura yang kuat dan juga keras.  Sementara warna hijau merupakan lambang bahwa masyarakat Madura merupakan masyarakat yang memegang kuat agama Islam dan kuning merupakan lambang dari bulir padi yang merupakan lambang dari kemakmuran bagi masyarakat Madura.

Jumat, 04 Maret 2016

Pembuatan Batik Petani

Perkembangan batik petani yang terjadi di pulau Jawa ini selain dapat ditemui di daerah surakarta juga banyak dijumpai di wilayah Yogyakarta. Daerah pedesaan yang membuat motif batik petani ini banyak ditemui di desa Sanden dan juga di daerah desa Wijirejo yang berada di dalam wilayah Kabupaten Bantul. Batik petani yang ada di daerah ini dikenal dengan sebutan batik rinen. Kata ini merupakan sebuah kata yang berasal dari kata rini. Motif batik kraton banyak menjadi sumber inspirasi para seniman model baju batik di daerah ini. Beberapa pola batik keraton seperti udan liris, motif batik parang dan juga isen batik limaran dan bahan motif batik sekar jagad yang digabungkan dengan berbagai macam pola ragam hias buketan dan juga ragam hias lung-lungan adalah berbagai macam jenis ragam hias yang biasa dipakai pada motif batik petani yang dibuat oleh para seniman batik di desa yang berada di wilayah Bantul ini. Seni batik yang muncul di daerah Bantul ini juga sering mendapatkan sebuah motif batik kidulan. Nama ini berasal dari lokasi kabupaten bantul yang memang terletak di daerah selatan dari keraton Yogyakarta. Kidul merupakan bahasa jawa untuk arah selatan. Selain itu ada juga baju batik petani yang muncul di daerah Banyumas. Motif batik yang dibuat di daerah ini pola nya sangat terbatas dan diantaranya adalah motif batik lumbon, motif batik jahe srimpang. Motif batik petani di daerah Banyumas ini pada umumnya dibuat dengan tanpa menggunakan ragam hias sawat, srikatan dan juga parang gendreh glebag dan juga dengan menggunkan ragam hias lung-lungan. Motif batik petani ini juga sedikit banyak mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Cina. Diperkirakan sekitar abad ke lima para pedagang Cina ini masuk ke wilayah Singasari dan juga ke wilayah Majapahit dengan sebelumnya terlebih dahulu bersandar di daerah pelabuhan tuban. Hal ini membuat pengaruh dari kebudayaan Cina tampak jelas pada batik petani yang muncul di daerah tuban. Beberapa pengaruh ini terlihat jelas pada bentuk motif batik burung phoenix, bentuk batik dengan pola bunga celuki yang di daerah tuban dikenal dengan sebutan kembang waluh. Selain itu ada juga tumbuhan dan juga hewan yang bentuk penataan nya mirip dengan gaya lukis dalam kebudayaan Cina.