Perkembangan
batik di berbagai wilayah di Indonesia ini telah berkembang hampir ke seluruh
pelosok wilayah Indonesia. Salah satu lokasi yang juga mengalami dan membuat
seni batik adalah daerah Sumedang. Kota yang berada di daerah Jawa Barat ini
merupakan kota yang juga sangat kita kenal dengan tahu sumedang yang rasanya
sangat nikmat tersebut. Batik yang berkembang di daerah Sumedang ini berawal di
tahun sembilan puluhan dan motif yang banyak dibuat adalah pola batik ceplokan.
Batik yang dibuat oleh masyarakat Sumedang ini merupakan salah satu contoh
warisan asli budaya masyarakat Indonesia karena motif baju batik yang dipakai oleh
para seniman batik di daerah ini banyak yang menggunakan simbol yang berasal
dari kerajaan Kasumedangan yang pernah berkuasa di daerah ini. Motif batik
tersebut juga merupakan motif dan juga pola yang memperlihatkan keluhuran nilai
budaya suku sunda. Seni batik di daerah Sumedang ini berkembang di sekitar
tahun sembilan puluhan dan berhenti di tahun 2004 karena berbagai macam faktor.
Beberapa faktor yang menyebabkan mati nya industri batik di daerah ini
diperkirakan karena kurangnya perhatian dan juga dukungan pemerintah daerah
terhadap perkembangan seni batik di wilayah ini. Penyebab yang lain dari hancur
nya industri batik di daerah ini diperkirakan juga karena banyaknya kain
tekstil dengan pola batik yang membuat batik cap dan juga batik tulis sempat
kehilangan pelanggan mereka. Batik yang berasal dari kota Sumedang ini memang
belum terkenal seperti batik yang berasal dari daerah Jawa lainnya yang telah
lebih dahulu terkenal dengan motif batik khas mereka. Hal ini jugalah yang
membuat seni batik di daerah ini sulit untuk bertahan dan bersaing dengan
berbagai macam motif batik di luar sana. Seni batik di daerah jawa barat
lainnya seperti Cirebon, Garut dan beberapa tempat lainnya telah memiliki motif
batik khas mereka yang dikenal secara luas. hal ini lah yang juga yang membuat
seni batik di Sumedang ini perlahan mulai menghilang. Batik di daerah Sumedang
ini semakin susah untuk dijumpai dan saat ini bahkan telah berhenti
produksinya.motif batik khas dari kota ini diantaranya adalah motif batik
Lingga, motif batik kembang boled dan berbagai macam jenis batik khas kota ini
yang lain.
Kamis, 17 Maret 2016
Selasa, 15 Maret 2016
Motif Batik Khas Ciamis
Batik dari berbagai daerah memiliki ciri khas
mereka masing-masing. Ciri dan perbedaan ini dapat berasal dari sisi cara
pembuatan yang unik, motif batik yang menjadi latar belakang dan juga berbagai
hal lainnya. Motif baju batik Ciamis ini pada umumnya menggunakan motif batik
yang memperlihatkan kebudayaan yang ada di kerajaan Galuh di masa lalu. Bentuk ini
dapat kita jumpai pada tiga buah motif batik yaitu motif batik Ciung Wanara,
motif batik Batu Hiu, dan juga motif baju batik Galuh Pakuan yang merupakan
sebuah motif batik yang berasal dari budaya dan sejarah masyarakat Ciamis.
Motif batik Ciung Wanara merupakan motif batik yang berasal dari sejarah Ciamis
ketika terjadi perebutan kekuatan di wilayah tersebut. Motif batik yang lain
adalah motif batik Galuk Pakuan, yang merupakan motif baju batik yang berasal
dari gagang keris Raja Galuh. Sementara motif batu hiu merupakan motif batik
yang pola nya berdasarkan seni pariwisata di daerah Pangandaran. Selain itu ada
juga motif batik parang sontak yang merupakan salah satu bentuk motif batik
tradisional yang hanya menggunakan warna coklat dan juga warna putih. Motif
baju batik yang dibuat oleh masyarakat Ciamis ini juga memiliki warna yang
lebih kental jika kita bandingkan dengan motif baju batik yang berasal dari
daerah lainnya. Seni batik di daerah Ciamis ini berhasil bangkit kembali dari
masa suram batik di wilayah ini. Saat ini motif batik di wilayah Ciamis lebih
dinamis dalam menggunakan warna dan motif batik yang mereka buat banyak yang
berjenis motif batik modern dan menyesuaikan dengan keinginan pasar. Seni
pembuatan baju batik di wilayah Ciamis ini pada umumnya merupakan kombinasi
antara motif batik cap dan juga motif batik tulis. Dalam pembuatan motif batik
pada umumnya para seniman batik di daerah ini membuat motif pertama kali dengan
bentuk batik cap dan setelah itu para seniman memberikan tambahan jenis motif
dengan teknik batik tulis untuk membuat motif baju batik tersebut menjadi lebih
lengkap. Namun ada juga motif batik yang murni dibuat dengan cara ditulis, hal
ini sangat menyesuaikan dengan keinginan orang yang melakukan pesanan batik
tersebut.
Label:
artikel batik,
baju batik,
batik,
model baju batik
Jumat, 11 Maret 2016
Motif Batik Khas Jombang
Batik yang berasal dari kota Jombang
ini memiliki keindahan yang juga tidak kalah dari kota lainnya yang membuat
batik. Motif batik di daerah ini memiliki bentuk yang sangat khas dan dikenal
dengan nama motif batik Jombangan. Motif batik yang berasal dari daerah Jombang
ini merupakan jenis motif bati yang banyak mengambil bentuk dari candi Arimbi
yang merupakan situs sejarah terkenal di daerah ini. Motif batik Jombang ini
telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah kabupaten Jombang sebagai motif
khas kota Jombang. Produk baju batik yang dikenal dengan nama motif batik
jombangan ini banyak yang menggunakan warna alami yang bahan pewarna nya
diambil dari berbagai macam bahan sisa. Warna batik khas ini kemudian dibuat
dan dipadukan dengan keindahan motif batik jombangan yang khas. Ciri motif
batik dari daerah Jombang ini banyak yang menggunakan bentuk ukiran yang
terdapat pada permukaan candi Arimbi. Bentuk motif khas inilah yang menjadikan
seni batik di daerah Jombang ini memiliki bentuk motif yang khas dan juga
sangat unik dan berbeda bentuk motif nya dari wilayah lain yang ada di
Indonesia. Warna batik di daerah Jombang ini juga menjadi warna yang unik dan
khas karena hasil warnanya berasal dari berbagai macam bahan limbah dan juga
sisa yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk pola dan warna yang
memiliki kesan khas dan juga alami. Salah satu warna yang khas dari kota ini
adalah warna kain batik yang mereka peroleh dari hasil limbah berupa kulit
rambutan. Motif baju batik lainnya dari kota Jombang ini adalah motif batik
yang memperlihatkan bentuk rumpun tebu yang memperlihatkan suasana keindahan
desa dan juga memiliki bentuk motif khas dari daerah Jombangan. Harga motif
baju batik yang dibuat oleh masyarakat kota Jombang ini dijual dengan harga
yang beragam mulai dari lima puluh ribu rupiah hingga tiga ratus ribu rupiah
tergantung dari motif batik dan juga bahan batik yang digunakan.
Label:
artikel batik,
baju batik,
batik,
model baju batik
Senin, 07 Maret 2016
Corak Batik Madura
Kesenian baju batik di daerah Madura
ini mulai terkenal secara luas dalam masyarakat diperkirakan sekitar abad ke
enam belas dan juga tujuh belas setelah masehi. Pada masa lalu tokoh penting
yang memperkenalkan kain batik ke Madura adalah seorang Adipati dari Sumenep
yang bernama Arya Wiraraja yang merupakan sukutu dekat dari Raden Wijaya yang
merupakan tokoh yang sangat terkenal sebagai pendiri dari kerajaan Majapahit.
Motif baju batik dari daerah Madura ini memiliki ciri yang sangat unik dan
tidak dapat dijumpai dalam seni batik dari daerah lainnya. Ciri utama yang
dapat kita lihat dalam motif batik khas dari daerah Madura ini adalah selalu
akan ada warna merah dalam motif bunga atau daun dalam kain baju batik yang
dibuat oleh para seniman batik di kota ini. Motif batik yang berkembang di
daerah Madura ini dinilai oleh beberapa kalangan memiliki sedikit kemiripan
dengan model baju batik yang ada di daerah Madura dan juga Jogjakarta. Hal ini
sangat mungkin karena adanya hubungan kerabat antara raha mataram dengan
bangsawan yang ada di daerah Madura. Corak dan motif baju batik yang dibuat
oleh masyarakat Madura ini juga tidak lepas dari pengaruh budaya bangsa asing
seperti bangsa Cina. Warna cerah yang kita jumpai dalam kain baju batik dari
Madura ini merupakan salah satu bukti campur tangan bangsa Cina dalam seni
batik yang berkembang di daerah Madura ini. Batik yang dibuat oleh seniman
batik Madura ini terkenal dengan warna warni batik mereka yang sangat mencolok
dengan menggunakan warna seperti kuning, warna merah dan juga warna hijau.
Setiap warna tersebut merupakan warna yang memiliki makna dan arti tersendiri.
Warna merah pada kain batik madura merupakan lambang dari karakter masyarakat
Madura yang kuat dan juga keras.
Sementara warna hijau merupakan lambang bahwa masyarakat Madura
merupakan masyarakat yang memegang kuat agama Islam dan kuning merupakan
lambang dari bulir padi yang merupakan lambang dari kemakmuran bagi masyarakat
Madura.
Label:
artikel batik,
baju batik,
batik,
model baju batik
Jumat, 04 Maret 2016
Pembuatan Batik Petani
Perkembangan batik petani yang
terjadi di pulau Jawa ini selain dapat ditemui di daerah surakarta juga banyak
dijumpai di wilayah Yogyakarta. Daerah pedesaan yang membuat motif batik petani
ini banyak ditemui di desa Sanden dan juga di daerah desa Wijirejo yang berada
di dalam wilayah Kabupaten Bantul. Batik petani yang ada di daerah ini dikenal
dengan sebutan batik rinen. Kata ini merupakan sebuah kata yang berasal dari
kata rini. Motif batik kraton banyak menjadi sumber inspirasi para seniman model baju batik di daerah ini. Beberapa pola batik keraton seperti udan liris, motif
batik parang dan juga isen batik limaran dan bahan motif batik sekar jagad yang
digabungkan dengan berbagai macam pola ragam hias buketan dan juga ragam hias
lung-lungan adalah berbagai macam jenis ragam hias yang biasa dipakai pada
motif batik petani yang dibuat oleh para seniman batik di desa yang berada di
wilayah Bantul ini. Seni batik yang muncul di daerah Bantul ini juga sering
mendapatkan sebuah motif batik kidulan. Nama ini berasal dari lokasi kabupaten
bantul yang memang terletak di daerah selatan dari keraton Yogyakarta. Kidul
merupakan bahasa jawa untuk arah selatan. Selain itu ada juga baju batik petani
yang muncul di daerah Banyumas. Motif batik yang dibuat di daerah ini pola nya
sangat terbatas dan diantaranya adalah motif batik lumbon, motif batik jahe
srimpang. Motif batik petani di daerah Banyumas ini pada umumnya dibuat dengan
tanpa menggunakan ragam hias sawat, srikatan dan juga parang gendreh glebag dan
juga dengan menggunkan ragam hias lung-lungan. Motif batik petani ini juga
sedikit banyak mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Cina. Diperkirakan sekitar
abad ke lima para pedagang Cina ini masuk ke wilayah Singasari dan juga ke
wilayah Majapahit dengan sebelumnya terlebih dahulu bersandar di daerah
pelabuhan tuban. Hal ini membuat pengaruh dari kebudayaan Cina tampak jelas
pada batik petani yang muncul di daerah tuban. Beberapa pengaruh ini terlihat
jelas pada bentuk motif batik burung phoenix, bentuk batik dengan pola bunga
celuki yang di daerah tuban dikenal dengan sebutan kembang waluh. Selain itu
ada juga tumbuhan dan juga hewan yang bentuk penataan nya mirip dengan gaya
lukis dalam kebudayaan Cina.
Label:
artikel batik,
baju batik,
batik,
model baju batik
Langganan:
Postingan (Atom)



