Kamis, 04 Desember 2014

Baju Batik Busana Bangsa

Pemakaian baju batik saat ini sudah menjadi kebiasaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, sehingga bukan suatu hal yang aneh ketika saat ini kita melihat anak muda dan juga remaja mau memakai baju batik ketika mereka melakukan aktivitas yang tidak resmi atau ketika mereka bermain bersama teman mereka. Selain itu pemakaian baju batik ketika pergi bekerja ke dalam kantor sudah merupakan hal yang wajar dan saat ini beberapa perusahaan dan juga instansi telah memberikan anjuran dan juga memberikan seragam baju batik untuk para pegawai dan juga karyawan yang masuk bekerja dalam perusahaan mereka. Dorongan dan juga anjuran pemerintah ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya permintaan terhadap baju batik dan juga membuat batik yang merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di mata dunia juga menjadi raja di dalam negeri nya sendiri, terutama dalam bidang busana dan juga fashion. Rasa cinta dan juga keinginan untuk memakai batik saat ini dengan sendiri nya telah muncul dalam diri masyarakat Indonesia. Peningkatan permintaan terhadap baju batik ini sendiri telah menjadi tantangan tersendiri bagi para seniman batik untuk dapat memenuhi permintaan yang begitu banyak dari berbagai macam daerah yang ada di Indonesia.

Batik juga mencapai puncaknya ketika salah satu lembaga dunia menetapkan batik sebagai tradisi dan warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Pengakuan yang bersifat internasional ini menunjukkan bahwa batik bukanlah suatu hal biasa, batik adalah suatu hal yang sangat luar biasa. Bangga menggunakan baju batik dalam berbagai situasi sudah merupakan suatu hal yang wajib bagi masyarakat Indonesia. Batik yang selama ini kita pakai sebagai busana telah mendapatkan pengakuan sebagai busana yang menjadi ciri bangsa Indonesia di mata dunia, dan masyarakat Indonesia sendiri harus lebih bangga lagi sebagai pemilik asli kebudayaan baju batik ini.

Kamis, 27 November 2014

Usaha Baju Batik Sragen

Para pekerja dan buruh pabrik batik yang ada di kota Solo banyak yang berasal dari kota Sragen. Penduduk kota Sragen ini banyak yang kemudian mulai berusaha untuk membuat usaha baju batik yang milik mereka sendiri. Para buruh pabrik batik asal Sragen ini sekitar tahun sembilan belas enam puluhan kemudian berhasil mendirikan usaha batik mereka sendiri di desa Kliwonan dan juga di desa Pilang. Usaha membuat batik yang dirintis oleh beberapa orang penduduk ini ternyata memberikan hasil yang baik dan pada akhirnya membuat para penduduk yang ada disekitar mereka juga mulai berusaha membuat usaha batik di kota Sragen. Batik yang dibuat dan dihasilkan oleh penduduk kota Sragen ini semakin menjadi kuat dan terus menerus membuat baju batik dengan motif yang telah menjadi ciri khas kota Sragen itu sendiri. Pada awal produksi baju batik asal Sragen ini memang sangat identik dengan batik yang berasal dari Solo, hal ini wajar karena sebagian besar dari pembuat batik Sragen ini mempelajari pembuatan batik pertama kali dengan membuat motif batik yang berasal dari Solo, sehingga sedikit banyak gaya dan pola mereka membuat motif akan terlihat mirip dengan batik Solo. 
Baju batik Sragen seiring dengan perjalanan waktu mulai berhasil menemukan ciri khas mereka sendiri dengan membuat motif baju batik yang dapat disebut sebagai batik Sragen. Motif batik yang disebut batik Sragen ini merupakan gabungan antara motif parang, Sida Luhur, Sida Mukti dan beberapa motif batik lain. Motif batik ini kemudian akan dipadukan dengan motif yang menggambarkan bentuk tumbuhan dan juga melukiskan bentuk hewan. Dengan berbagai perubahan tersebut akhirnya baju batik asal Sragen dapat menjadi suatu motif batik yang menjadi ciri khas mereka. Tidak kemudian berhenti disitu saja, para pembuat baju batik ini pun lebih berani dalam hal memberi warna pada baju batik, sehingga batik Sragen memiliki warna yang lebih dinamis dan lebih berwarna dengan menggunakan warna merah, hijau, biru dan warna lain untuk dipakai dalam baju batik karya mereka.

Jumat, 21 November 2014

Bahan Asal Baju Batik

Dunia busana di Indonesia telah berkembang sejak lama dan bahkan sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia. Berbagai macam model corak dan juga motif telah banyak diciptakan oleh para seniman yang memberikan perhatian kepada seni batik. Pakaian dengan motif batik telah menjadi pilihan mode yang cukup mendapatkan tempat di hati masyarakat sejak bertahun-tahun lamanya. Baju batik dengan berbagai macam bentuk dan corak yang tercipta terkadang memiliki ciri khas yang memperlihatkan tempat asal motif batik tersebut berasal. Kain batik yang telah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam hal pakaian yang masuk ke dalam kategori yang resmi. Motif batik yang tercipta dan terlihat dalam berbagai kain ini sangatlah unik dan spesial karena batik yang dibuat dengan cara tulis adalah batik yang dibuat melalui proses yang tidak menggunakan bantuan mesin dan menjadikan kain dan pakaian yang dibuat dengan proses tulis akan menjadi baju batik yang khusus karena tidak ada baju batik lain yang memiliki motif yang sama.
Pembuatan baju batik yang ada dalam berbagai industri yang ada di Indonesia akan membuat persaingan dalam menciptakan model baju batik dan juga motif baru yang dapat menarik lebih banyak konsumen untuk mau menggunakan pakaian dengan motif ini. Pada zaman dahulu dan sampai saat ini di beberapa pembuat tertentu teknik yang digunakan untuk memberikan warna pada kain masih menggunakan bahan bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang diciptakan oleh nenek moyang bangsa Jawa. Berbagai macam pohon dan tumbuhan digunakan untuk dapat menghasilkan warna yang diinginkan oleh para seniman tersebut. Bahan yang juga menjadi ciri khas dalam pembuatan kain batik adalah penggunaan malam atau lilin lebah. Malam adalah bahan yang menjadikan batik memiliki ciri khas dan juga memiliki bau yang sangat khas.

Jumat, 19 September 2014

proses pengecapan kain batik

Baju batik yang dibuat dengan proses batik cap memang akan memiliki perbedaan dari baju batik yang dibuat dengan teknik yang lain. Proses atau langkah yang diperlukan dalam pembuatan baju batik dengan metode cap adalah sebagai berikut, proses yang pertama kali dilakukan adalah memanaskan lilin malam didalam wajan hingga lilin tersebut menjadi berbentuk cair setelah itu kain mori yang akan dipergunakan dalam proses batik kita letakkan di atas sebuah meja yang telah diberi lapisan bahan yang berbentuk empuk. Proses yang ada di bagian ketiga adalah mencelupkan permukaan canting cap yang telah disiapkan ke dalam lilin malam yang telah berbentuk cair tadi. Bagian yang masuk dalam proses ke empat adalah canting cap yang telah di celup dalam lilin tersebut kemudian ditempelkan dan ditekan ke bagian permukaan kain yang telah dipersiapkan dengan dibentangkan di atas meja yang telah kita siapkan tadi. Cairan malam yang ada pada lempengan tembaga kemudian akan meresap ke dalam pori-pori kain mori sehingga lilin malam tersebut akan tembus ke bagian sisi lain dari permukaan kain mori tadi. Setelah proses pengecapan kain batik ini selesai, kain batik yang telah penuh dengan motif itu kemudian akan dicelupkan ke dalam larutan pewarna yang berguna untuk proses pemberian warna dasar. Bagian dari kain mori yang permukaannya tadi telah ditempeli lempengan tembaga dan cairan lilin malamnya telah meresap tidak akan mendapatkan pewarnaan dalam proses ini.

Proses pewarnaan yang dilakukan pada baju batik cap ini adalah sebuah proses pemberian warna yag berguna sebagai warna dasaran. Setelah proses pemberian warna selesai, proses pembuatan baju batik cap yang selanjutnya adalah dengan melakukan proses pelorodan atau merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk menghilangkan tempelan cairan lilin malam yang telah menempel pada kain mori yang kita proses tadi. 

Rabu, 20 Agustus 2014

Peralatan Membuat Baju Batik

Peralatan dan bahan yang digunakan untuk membuat batik terdiri dari berbagai macam jenis. Pada umumnya alat dan bahan yang akan dipakai untuk membatik sangat mudah untuk didapatkan. Di setiap daerah terutama daerah yang merupakan sentra kerajinan baju batik, pasti memiliki pasar atau toko yang menjual peralatan yang akan dipergunakan untuk membatik. Hal ini tentu akan mempermudah bagi mereka yang ingin belajar atau mengetahui lebih dalam bagaimana cara membuat batik. Berikut ini adalah beberaa peralatan dan bahan yang dipergunakan oleh para pengrajin batik pada umumnya.
Alat yang biasa dipergunakan oleh para pengrajin baju batik terdiri dari beberapa jenis. Setiap alat tersebut memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Beberapa peralatan yang dipergunakan untuk membatik diantaranya adalah gawangan. Gawangan adalah perkakas yang dipergunakan untuk meletakkan dan membentangkan kain motif saat nanti akan dibatik. Gawangan dapat dibuat dari  kayu atau bambu. Gawangan harus mudah untuk dipindahkan dan juga harus kuat dan juga tidak terlalu berat atau berbobot ringan.
Alat selanjutnya yang biasa dipergunakan untuk membatik adalah bandul. Sebenarnya pekerjaan membatik ini masih bisa dikerjakan tanpa menggunakan bandul. Tetapi jika kita menginginkan kain yang baru dibatik itu tidak tergeser akibat tiupan angin atau tertarik secara tidak sengaja oleh para pengrajin batik maka bandul dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam proses pembuatan batik ini. Bandul memiliki fungsi untuk menahan kain mori agar tidak tergeser pada waktu menjalani proses membatik. Bandul ini dapat dibuat dari beragam jenis bahan seperti timah, kayu ataupun menggunakan batu yang kemudian diletakkan dalam sebuah kantong.

Alat selanjutnya yang digunakan untuk membatik adalah wajan. Wajan adalah peralatan yang nantinya dipergunakan bersama kompor untuk melakukan proses pencairan lilin atau malam yang akan dibubuhkan diatas kain batik. Wajan yang dipergunakan untuk membatik bisa terbuat dari logam baja ataupun bisa juga yang terbuat dari tanah liat. Pemilihan wajan untuk dipergunakan sebagai alat membatik sebaiknya dipilih yang menggunakan tangkai. Hal ini untuk mempermudah pemindahan wajan tersebut dari kompor. Wajan yang terbuat dari tanah liat pada umumnya lebih baik daripada wajan logam, salah satu sebabnya adalah karena tangkainya tidak mudah panas, tetapi dalam hal memanaskan lilin, wajan tanah liat ini berkerja lebih lama dalam memanaskan lilin atau malam yang akan dipergunakan untuk membatik.

Kamis, 07 Agustus 2014

Motif Batik Yang Berawalan Kata Sida

Batik dengan jenis pembuatan batik tulis banyak yang mengunakan kata yang memakai awalan kata sida, beberapa motif batik tersebut diantaranya adalah motif batik Sida Mukti. Motif batik tulis sida mukti adalah sebuah motif baju batik yang zat pewarnanya terbuat dari zat pewarna soga alam. Motif batik Sida Mukti ini biasanya dipakai sebagai kain yang dipergunakan untuk upacara pernikahan. Motif baju batik Sida Mukti ini mengandung sebuah makna yang melambangkan kemakmuran ataupun sebuah harapan bagi sang pengantin untuk dapat menggapai kebahagiaan secara lahir dan juga kebahagian batin. Kemakmuran tidak selamanya hanya memiliki sifat yang materi. Kemakmuran materi dapat diperoleh jika kita bekerja keras dan penuh dengan ketekunan, tetapi selain kemakmuran materi manusia diharapkan juga dapat mencapai keluhuran budi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Motif batik yang berawalan dia yang lain adalah motif batik tulis Sida Mulyo. Motif baju batik yang bernama sido mulya ini merupakan sebuah gambaran pengharapan yang memiliki kandungan arti dharma, arti kemakmuran, dan juga bermakna untuk melindungi bumi. Batik Sida Mulyo ini terbag lagi menjadi beberapa motif turunannya seperti motif Batik Sido Mulyo Semen, Sido disini memiliki artian terus menerus, sementara kata mulyo memiliki arti serba berkecukupan dan juga menggapai kemakmuran. Motif batik ini merupakan sebuah harapan agar pengguna batik dengan motif Sida Mulya Semen ini diberikan segala hal yang berkecukupan dan juga mendapat kemakmuran yang diperoleh secara terus menerus dalam kehidupannya.

Selain itu ada motif batik sida di atas masih ada lagi motif batik sida yang lain salah satunya adalah motif batik yang bernama motif sida asih. Motif batik Sida Asih ini mempunyai makna yang terkandung sebagai sebuah harapan agar setiap manusia di muka bumi ini dapat memperoleh dan memberikan rasa saling menyayangi, saling mengasihi dan juga memberikan cinta kasih antara sesama manusia dan juga di lingkungan sekitarnya.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Dilem Pencuci Baju Batik

Di toko-toko khusus yang menjual baju batik biasanya menjual sabun cair yang berasal dari buah lerak. Aroma yang ada dari buah lerak mampu menghalangi munculnya serangga yang kemudian bisa merusak kain pada batik.
Selain menggunakan cairan sabun lerak batik juga bisa dicuci dengan menggunakan daun dari tanaman dilem yang terlebih dahulu direndam dengan air hangat. Cara mendapatkan khasiatnya yang maksimal adalah dengan meremas daun tumbuhan dilem sampai akhirnya mengeluarkan sejenis busa kemudian kita tambahkan air secukupnya. Setelah ditambahkan air maka cairan dari daun dilem itu telah bisa dipakai untuk mencuci kain dengan jenis batik. Kain dengan jenis batik dan beragam jenis baju batik cara mencucinya tidak boleh dengan cara disikat ataupun dengan digosok saat dilakukan pencucian karena menyikat atau menggosok dapat membuat warna batik menjadi pudar dan tekstur kain batik juga akan menjadi rusak. Sehingga untuk batik yang tidak terlalu kotor, sebenarnya cara pencuciannya bisa menggunakan air hangat.
Untuk baju batik yang telah terkena noda makanan atau noda lainnya dapat dibersihkan secara baik dengan menggunakan sabun mandi yang dicampur dengan kulit jeruk. Baju batik yang ternoda itu dapat dibersihkan dengan cara menggunakan sabun mandi yang secukupnya dan juga kulit jeruk pada bagian yang telah terkena noda kotoran saja. Setelah diberi sabun dan kulit jeruk maka baju batik tersebut akan dibilas dan dikeringkan.
Penggunaan deterjen sangat dilarang untuk dipergunakan sebagai cairan pencuci untuk kain yang berjenis batik. Warna dan corak yang ada pada motif baju batik dapat luntur dengan penggunaan deterjen. Apabila noda yang menempel pada kain batik agak membandel dan cukup sulit dihilangkan walaupun telah menggunakan lerak, shamoo ataupun telah menggunakan sabun cuci biasa, cobalah noda tersebut diberi olesan kulit jeruk hanya pada bagian baju batik yang terkena noda saja dan jangan seluruh bagian batiknya.